Jembatan Timbang

Sudah lama kita berfikir tentang keberadaan jembatan timbang yang salah kaprah. Mestinya, keberadaannya untuk mengawasi penggunaan jalan agar kendaraan terutama truk yang melintas tidak melebihi muatan. Dengan demikian akan sangat membantu perawatan jalan. akan tetapi, yang aneh dan ironis, keberadaan jembatan timbang tersebut dikaitkan dengan perolehan pendapatan dari denda si pelanggar.

Ketika gubernur menyatakan keinginan untuk menghapus toleransi jembatan timbang menjadi nol persen, kita sangatlah mendukung. Begitu seharusnya dan mengapa tidak dari dulu. Lebih baik terlambat daripada tidak karena sekarang pun upaya ke arah sana masih membutuhkan proses dan harus bernegosiasi dengan berbagai pihak.

Logika yang penting sederhana pun akan membenarkan hal itu. Coba diperhitungkan berapa pendapatan dari pendapatan Jembatan Timbang selama setahun. Pastilah tidak seimbang dengan biaya yang harus dikeluarkan untuk memperbaiki kerusakan jalan. Upaya menurunkan toleransi muatan sudah dilakukan sejak februari lalu. Tentu saja itu masih sangat besar dan tak akan mampu mengatasi ancaman kerusakan jalan. Keadaan seakan dibiarkan berlambat-lambat tanpa ada pemecahan.

Galeri Video