Budaya Indonesia

Arakan Pengantin di Palembang

Budaya berasal dari kata Budaya, yang berarti suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang. Berarti kebudayaan adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh kelompok orang yang berlaku di suatu daerah dan biasanya dikenal secara turun-temurun.

Diindonesia banyak sekali terdapat kebudayaan karena Indonesia adalah negara yang terdiri dari seribu pulau dan bermacam-macam suku.

kebudayaan di Indonesia, antara lain :

  1. Subak, sistem pengairan di Bali
  2. Arakan pengantin, palembang
  3. Pesta Tabuik, untuk memperingati Nabi Muhammad, dar Sumatera Barat

Selain Contoh-contoh di atas masih banyak kebudayaan yang terdapat di Indonesia

Sebagai rakyat Indonesia, kita harus bangga karenan memiliki kebudayaan yang beragam, karena itu adalah salah satu kekayaan bangsa Indonesia. Karena kebudayaan adalah kekayaan bangsa kita, maka kita harus menjaga dan bersama sama kita lestarikan kebudayaan tersebut agar tidak hilang begitu saja.

Jembatan Timbang

Sudah lama kita berfikir tentang keberadaan jembatan timbang yang salah kaprah. Mestinya, keberadaannya untuk mengawasi penggunaan jalan agar kendaraan terutama truk yang melintas tidak melebihi muatan. Dengan demikian akan sangat membantu perawatan jalan. akan tetapi, yang aneh dan ironis, keberadaan jembatan timbang tersebut dikaitkan dengan perolehan pendapatan dari denda si pelanggar.

Read more: Jembatan Timbang

Kisah Teladan Khalifah Umar Bin Khattab

Suatu masa dalam kepemimpinan Umar, terjadilah Tahun Abu. Masyarakat Arab, mengalami masa paceklik yang berat. Hujan tidak lagi turun. Pepohonan mengering, tidak terhitung hewan yang mati mengenaskan. Tanah tempat berpijak hampir menghitam seperti abu.

Putus asa mendera di mana-mana. Saat itu Umar sang pemimpin menampilkan kepribadian yang sebenar-benar pemimpin. Keadaan rakyat diperhatikannya saksama. Tanggung jawabnya dijalankan sepenuh hati. Setiap hari ia menginstruksikan aparatnya menyembelih onta-onta potong dan menyebarkan pengumuman kepada seluruh rakyat. Berbondong-bondong rakyat datang untuk makan. Semakin pedih hatinya. Saat itu, kecemasan menjadi kian tebal. Dengan hati gentar, lidah kelunya berujar, “Ya Allah, jangan sampai umat Muhammad menemui kehancuran di tangan ini.”
Read more: Kisah Teladan Khalifah Umar Bin Khattab